Menu

Mode Gelap
Pembunuhan-Pembunuhan Dalam Khilafah Bani Umayyah di Andalusia. Bosco Odonga Wanita “Khadija” Somalia. HOMO HOMINI LUPUS Potensi Target Serangan Teroris: Infrastuktur Vital dan Pelayanan Sosial

Berita · 5 Apr 2023 08:46 WIB ·

Empat WNA Asal Uzbekistan Jaringan Teroris Internasional di Tangkap Densus 88


 Empat WNA Asal Uzbekistan Jaringan Teroris Internasional di Tangkap Densus 88 Perbesar

Pada bulan Januari 2023, 4 warga Uzbekistan melakukan perjalanan dangan tujuan akhir Indonesia. Mereka terdeteksi berangkat dari Istanbul, transit di Abu Dhabi dan Malaysia.

Dari hasil pemetaan identitas, 4 orang ini memiliki rekam jejak lintas negara yang mencurigakan. Ternyata betul 4 orang tersebut adalah anggota Katiba al-Tawhid wal Jihad (KTJ).

KTJ adalah Organisasi yang terafiliasi dengan Jabat an-Nusrah, organisasi sayap Al-Qaidah di Suriah. KTJ yang dulunya bernama Jannat Oshiklari ini kebanyakan beranggotakan jihadis dari Asia Tengah.

baca juga: Rekruitmen Teroris di Ranah Offline

Mereka pernah menyerang kedutaan China di Bishkek pada tahun 2016. Atas hasil “profiling” tersebut Densus 88 melakukan koordinasi aktif dengan Dirjen Imigrasi.

Kemudian terdeteksi bahwa 2 diantara 4 orang tersebut memasuki Indonesia dari Malaysia pada 6 Februari 2023, menyusul 2 orang berikutnya pada 27 Februari 2023.

Densus 88 mendalami pergerakan mereka, dan ternyata selama berada di Indonesia mereka getol melakukan perekrutan jihadis dan propaganda ideologi, baik secara digital melalui akun-akun anonim di media sosial maupun di lapangan, serta mengelola aliran pendanaan dalam jumlah besar dengan pola “winding circle”.

Bahkan salah satu dari mereka telah menikahi warga Bandung untuk mempermudah pergerakannya.

baca juga: Ibnu Muljam: Pembunuh Ali bin Abi Thalib RA

Hingga akhirnya pada 24 Maret 2023 jam 11 siang, Densus 88 bersama Dirjen Imigrasi melakukan kerjasama penangkapan kepada 4 warga negara Uzbekistan tersebut di sebuah hotel di Jakarta Utara.

Mereka saat ini diamankan untuk lebih mendalami sampai sejauh mana jaringan kelompok ini melakukan aktivitasnya.

Indonesia sepertinya masih terlihat seksi bagi kepentingan asing untuk memainkan agendanya. Mungkin karena masyarakat kita masih terlalu mudah utk “dihipnotis” oleh ideology-ideologi kebencian dan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Dari pamflet propaganda yang ditemukan, mereka banyak memainkan narasi “perjuangan menegakkan Islam dengan membinasakan kaum Thoghut dan Jahiliyah”.

Cak islah mengatakan bahwa Mereka menganggap ini upaya penegakan agama, padahal cara mereka justru memperburuk citra Islam itu sendiri.

baca juga: Upaya Pembunuhan Terhadap Tokoh Agama Oleh Kaum Khawarij

Karenanya beliau tidak pernah percaya mereka beragama Islam, karena Islam tidak menyerukan penegakan agama dengan cara brutal. Terlebih menganjurkan untuk membantai saudara sebangsanya sendiri. Ndak mungkin banget! Islam itu agama berbasis cinta, kemanusiaan dan kedamaian.

Jika anda menganggap pelaku teror beragama Islam, maka anda adalah bagian dari kelompok yang ingin menghancurkan Islam dari dalam.

Islam jelas bukan terorisme. Para teroris beserta simpatisannya, hanyalah para begundal yang menunggangi keluhuran Islam agar kejahatannya berkesan terhormat pungkasnya.

Diambil dari tweet @islah_bahrawi

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pembunuhan-Pembunuhan Dalam Khilafah Bani Umayyah di Andalusia.

11 Juni 2023 - 11:37 WIB

Ilustrasi Kekhalifaan Abassiayah

Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah ditangkap Densus 88 di Lampung.

19 April 2023 - 07:00 WIB

Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah ditangkap Densus 88 di Lampung.

3 Teroris Uzbekistan Tusuk Petugas Imigrasi, Saat Kabur dari Rumah Detensi

13 April 2023 - 09:33 WIB

Teroris

Komandan Pasukan ISIS di Afganistan Tewas dibunuh Pasukan Taliban

2 Maret 2023 - 07:00 WIB

isis vs taliban

Upaya Pembunuhan Terhadap Tokoh Agama Oleh Kaum Khawarij

25 Februari 2023 - 07:00 WIB

Upaya Pembunuhan Terhadap Tokoh Agama Oleh Kaum Khawarij Syech Ali Jaber

Dinamika Bantuan Kemanusiaan

18 Februari 2023 - 07:00 WIB

Dinamika Bantuan Kemanusiaan
Trending di Berita