Wajah publik dan privat organisasi radikal teroris ini sangat perlu untuk dijadikan rujukan, termasuk di Indonesia. Ada kelompok-kelompok, baik kelompok tidak terorganisir, maupun kelompok-kelompok terorganisir transnasional yang berideologi radikal, maupun radikal terorisme yang sangat cerdas dan mampu memakai dan memajukan wajah publik mereka.
Kelompok-kelompok ini sangat lihai dalam menunjukkan wajah mereka sebagai penyelamat, dan sangat mampu mengeksploitasi ‘grievances’ alias kemarahan, kedukaan dan emosi warga negara terhadap sistem.
Mereka sangat terbuka dalam memposisikan mereka sebagai kelompok yang inklusif, toleran, dan memainkan optik sebagai kelompok yang mampu merangkul semua orang dari berbagai kalangan.
baca juga: Pentolan ISIS Abu Ibrahim al-Hashimi al-Quraishi
Tapi, sejatinya, mereka tidak pernah meninggalkan wajah privat mereka yang sebenarnya, yaitu kekuasaan berdasarkan ideologi radikal yang anti perbedaan, anti kesetaraan, dan anti kebebasan. Jadi, di saat mereka berkuasa, dan menguasai sebuah wilayah dan/atau negara, wajah asli mereka akan muncul dengan sendirinya.
Dan, di saat wajah asli mereka itu muncul maka sudah terlambat untuk mengusir mereka keluar dengan baik-baik. Yang akan terjadi adalah pertumpahan darah, bencana kemanusiaan, kemelaratan dan perpecahan wilayah dan bangsa.
Kelompok, dan orang-orang seperti ini tidak akan berubah, walaupun mereka ikut dalam kontestasi demokratis di sebuah negara demokrasi seperti Indonesia.
Jadi, sadari mulai sekarang, tidak tertipu, daripada sadar nanti, terlambat, dan hidup dalam tekanan dan ketakutan.
diambil dari facebook
penulis: Alto L
















