Jejak Teror
Sebagai bentuk eksistensi dan langkah dalam mewujudkan tujuanya, Abu Sayyaf banyak menggunakan aksi kekerasan, antara lain terlibat dalam pemboman, penculikan, pembunuhan, dan serangan terhadap pemeluk Kristen dan orang asing, juga membidik militer Filipina sebagai sasaran kekerasan. selain itu, banyak jejak lain yang bisa diungkapkan:
- Pada Mei 2001, mereka menculik tiga warga AS dan menyandera 17 warga Filipina di Palawan. Sebagian tawanan dibunuh.
- Februari 2014, mereka meledakkan sebuah kapal feri di Teluk Manila, menewaskan 16 orang.
- Februari 2005, Abu Sayyaf dalang di balik sejumlah serangan bom di Manila, General Santos, dan Davao. Sedikitnya delapan orang tewas dan melukai 150 lainnya.
- November 2007, Abu Sayyaf diduga memasang bom di luar gedung parlemen, menewaskan satu anggota parlemen dan melukai tiga staf
- Januari 2009 mereka menculik tiga pekerja kemanusiaan internasional Red Cross di Sulu
baca juga: Syekh Adnan Afyouni: Korban Kebiadaban Teroris
- Juli 2009, dimana staf Palang Merah Internasional dari Italia, Eugenio Vagni, disandera selama enam bulan. Vagni dilepas di Jolo, setelah ditebus US$10.000 atau sekitar Rp130 juta.
- November 2015 lalu, Abu Sayyaf memenggal Bernard Ghen Ted Fen, seorang turis asal Malaysia, karena keluarga gagal memenuhi tebusan 40 juta peso atau sekitar Rp12 miliar.
- November 2015, turis Malaysia, Bernard Ghen Ted Fen dibunuh setelah keluarga gagal memenuhi tebusan 40 juta Peso Filipina atau setara Rp12 miliar.
- Pada September 2019, tiga nelayan Indonesia disandera dan meminta tebusan sebesar 8 milyar rupiah.
Abu Sayyaf Kelompok Kecil yang Radikal
Tidak jarang Abu Sayyap membunuh sandera , terutama yang tidak memenuhi permintaan tebusan. Selain menyandera, Abu Sayyaf pernah melakukan pengeboman. Pada Desember 1994, kelompok itu mengebom pesawat Philippines Airlines jurusan Manila-Tokyo dan menewaskan seorang penumpang.
kini mereka lebih dikenal sebagai kelompok penculik yang menuntut uang tebusan. Mungkin ini yang membedakan kelompok teror Abu Sayyaf dengan kelompok teror lainnya.