Menu

Mode Gelap
Pembunuhan-Pembunuhan Dalam Khilafah Bani Umayyah di Andalusia. Bosco Odonga Wanita “Khadija” Somalia. HOMO HOMINI LUPUS Potensi Target Serangan Teroris: Infrastuktur Vital dan Pelayanan Sosial

Artikel · 25 Apr 2023 07:00 WIB ·

Terorisme dan Agama


 Terorisme dan Agama Perbesar

Saya sering menulis begini: “terorisme tidak ada agamanya, tidak ada agama yang menganjurkan umatnya untuk menjadi teroris.

Terorisme menunggangi agama agar semua niat dan kelakuan jahatnya berkesan legal dan terhormat.” Semua agama mengalami kerentanan yang sama ketika kebencian dipertegas dengan loyalitas keimanan dan menyeret paksa sisi dogmatis ke dalam aksi brutalitasnya.

Agama sejak lama dijadikan topeng untuk menutupi berbagai kejahatan kolektif. Ini terjadi di banyak negara dengan kultur fanatisme agama yang tinggi, seperti di Amerika Selatan, Asia dan Afrika.

baca juga: Lashkar-e-Taiba: Kelompok Teroris di Daratan India

Ketika agama dijadikan perangkat kosmetik untuk mempercantik aksi-aksi dehumanisme, masyarakat seringkali terpedaya dan menganggap brutalitas jadi lebih penting daripada agama itu sendiri.

Kejahatan berupa penghasutan dan defamasi atas nama agama sering juga dilakukan di berbagai negara. Pendakwah agama kerap menjadikan statusnya sebagai “bunker” perlindungan bagi kepentingan pribadinya, baik politik, ideologi, bahkan bisnisnya.

Manipulasi teologis terjadi, lalu kepentingan pribadinya berusaha disucikan dengan narasi agama. Pernyataan seorang pemuka agama Hindu dari Bharatya Janata ekstrem kanan ini adalah contoh dari kurva tertinggi praktik Politisasi Agama di India.

Dia menunggangi dan mengaku beragama Hindu agar kebenciannya kepada umat Islam didukung seluruh mayoritas Hindu di India demi memuluskan cita-cita politik “Negara Hindu India”.

baca juga: Profil dan Jejak Teror Abu Sayyaf

Manusia ini jelas-jelas radikalis, ekstremis dan teroris. Pada dasarnya tidak ada agama yang jahat – semua kejahatan adalah perilaku manusia.

Kejahatan kemanusiaan adalah cacat mendasar semua manusia yang tidak direstui agama. Jadi, teroris itu sejatinya tidak beragama. Mereka memanfaatkan kerentanan tafsir-tafsir agama yg multi-interpretatif untuk diselewengkan sengaja demi agendanya.

Mereka membajak atribut-atribut agama untuk menipu kita semua. Jika ada pertanyaan; “mengapa sih terorisme itu kok selalu diidentikkan dengan agama saya?” Pertanyaan ini muncul karena anda masih menganggap bahwa terorisme itu beragama.

Justru anda yang “memaksa” untuk mengidentikkan terorisme dengan agama anda. Anda telah menjadi korban pembodohan teroris yang sengaja membajak agama anda dengan tujuan agar anda membela mereka (secara tanpa disadari) atas nama resiliensi keimanan yang sama.

 

Tweet @islah_bahrawi

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bosco Odonga

5 Mei 2023 - 07:00 WIB

Bosco Odonga

Wanita “Khadija” Somalia.

3 Mei 2023 - 07:00 WIB

Wanita Khadija Somalia

HOMO HOMINI LUPUS

1 Mei 2023 - 07:00 WIB

HOMO HOMINI LUPUSl

Bujukan Yurisprudensi Agama

27 April 2023 - 07:00 WIB

Bujukan Yurisprudensi Agama

Peperangan dan Patriotisme

23 April 2023 - 07:00 WIB

Patriotisme dan peperangan

Lashkar-e-Taiba: Kelompok Teroris di Daratan India

18 April 2023 - 11:18 WIB

Lashkar-e-Taiba-Kelompok-Teroris-di-Daratan-India
Trending di Artikel